Awal Kehidupan yang Berkecukupan
Bob Sadino lahir di Lampung dan sempat menjalani kehidupan yang cukup nyaman. Ia bahkan pernah tinggal di Belanda selama 9 tahun hingga akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Setelah kembali ke Indonesia, usaha pertama yang dirintis adalah menyewakan mobil yang dimilikinya, dengan ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun, hidupnya berubah drastis setelah musibah menimpanya. Ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Setelah kecelakaan itu dia tidak memiliki apa-apa lagi. Dan tidak mempunyai uang untuk memperbaiki mobilnya. Dari situlah mulai masa-masa paling sulit dalam hidup Bob Sadino. Iapun beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan, dengan upah harian (saat itu Rp.100) bahkan karena kejadian itu Bob Sadino sempat mengalami depresi.
Perjuangan dari Nol: Menjual Telur dari Pintu ke Pintu
Untuk melawan depresi yang dialamimya. Perlahan-lahan ia pun berusaha bangkit dan mulai merintis usahanya mengembangkan peternakan ayam negri. Bersama dengan istrinya mulai menjajakan telur-telur ayam tersebut kepada para ekspatriat (warga asing) yang tinggal di daerah kemang. Karena pernah tinggal lama di Belanda, Bob dan istrinya fasih berbahasa Inggris, Hal ini membuat mereka mudah berkomunikasi dengan pelanggan asing yang akhirnya menjadi pelanggan setia. Dari usaha sederhana inilah perlahan mereka mulai mendapatkan penghasilan dan kepercayaan pasar.
Kunci Keberhasilan: Berani Beda dan Sederhana
Bob Sadino dikenal sebagai pengusaha nyentrik yang anti-teori. Ia percaya bahwa belajar bisa dilakukan sambil jalan, bukan hanya lewat teori dan perencanaan. Baginya, kegagalan adalah guru terbaik, dan keberanian untuk langsung bertindak jauh lebih penting daripada sekadar berpikir panjang. Pola pikir inilah yang ia terapkan saat membangun bisnis Kemchick—sebuah supermarket produk pangan segar yang kini terkenal di kalangan masyarakat kelas menengah ke atas.







No comments:
Post a Comment