Satu Kesalahan Ibu yang Selalu Diingat, Seribu Pengorbanannya Justru Dilupakan.
Sebelum Kamu Menilai Ibumu, Ingatlah Ini...
Banyak anak hanya mengingat satu atau dua kesalahan ibunya, lalu melupakan ribuan kebaikan yang telah ia lakukan dalam diam. Mereka mengingat bentakan yang terjadi sesekali, tetapi lupa pada ribuan doa yang setiap hari dipanjatkan untuk keselamatan anak-anaknya. Mereka mengingat saat ibunya marah, tetapi lupa berapa kali ia mengalah, memaafkan, dan tetap mencintai tanpa syarat.Ibumu bukanlah perempuan yang sempurna. Ia juga manusia. Ia pernah lelah, pernah kecewa, pernah kewalahan, bahkan pernah merasa hancur. Namun, di tengah semua itu, ia tetap bangun setiap hari, tetap memasak, tetap bekerja, tetap merawat, dan tetap berusaha menjadi tempat pulang bagi keluarganya.
Mungkin ia tidak mampu memberimu masa kecil yang sempurna. Mungkin ada luka yang tanpa sadar pernah ia tinggalkan. Namun, percayalah, ia telah memberikan yang terbaik sesuai kemampuan yang ia miliki saat itu.
Ada banyak air mata yang ia sembunyikan. Ada banyak rasa sakit yang ia pendam. Ada banyak mimpi yang ia relakan demi melihatmu bertumbuh. Kuat yang kamu lihat sering kali hanyalah keberanian yang ia paksakan, meski hatinya sendiri sedang rapuh.
Mungkin selama ini kamu sibuk ingin dimengerti, tetapi belum benar-benar mencoba mengerti dirinya. Kamu melihat lelahmu sendiri, tetapi luput melihat lelahnya yang tidak pernah ia keluhkan. Kamu menuntut perhatian, sementara ia diam-diam mengorbankan banyak hal agar kamu bisa memiliki masa depan yang lebih baik.
Ia mungkin tidak pandai mengungkapkan kasih sayang dengan kata-kata. Kadang cintanya hadir lewat nasihat yang terdengar keras, lewat kekhawatiran yang terasa mengekang, atau lewat diam yang sering disalahartikan. Namun, di balik semua itu, hatinya tidak pernah berhenti memelukmu dengan doa.
Selagi ia masih ada, peluklah ia. Ucapkan terima kasih sebelum terlambat. Hargailah setiap pengorbanannya tanpa harus diminta. Karena akan tiba waktunya ketika kamu ingin mendengar suaranya sekali lagi, tetapi yang tersisa hanyalah kenangan dan rindu yang tak bisa dijawab.




No comments:
Post a Comment